Minggu, 23 Oktober 2022

Biografi Herbert Spencer dan Pemikiranya


 

BIOGRAFI HERBERT SPENCER 

Herbert Spencer (27 April 1820 – 8 Desember 1903) adalah seorang filsuf Inggris dan seorang pemikir teori liberal klasik terkemuka. Meskipun kebanyakan karya yang ditulisnya berisi tentang teori politik dan menekankan pada "keuntungan akan kemurahan hati", dia lebih dikenal sebagai bapak Darwinisme sosial. Spencer sering kali menganalisis masyarakat sebagai sistem evolusi, ia juga menjelaskan definisi tentang "hukum rimba" dalam ilmu sosial. Dia berkontribusi terhadap berbagai macam subyek, termasuk etnis, metafisika, agama, politik, retorik, biologi dan psikologi. Spencer saat ini dikritik sebagai contoh sempurna untuk scientism atau paham ilmiah, sementara banyak orang yang kagum padanya di saat ia masih hidup.Menurutnya, objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial dan industri. Termasuk pula asosiasi, masyarakat setempat, pembagian kerja, pelapisan sosial, sosiologi pengetahuan dan ilmu pengetahuan, serta penelitian terhadap kesenian dan keindahan.

Pada tahun 1879 ia mengetengahkan sebuah teori tentang Evolusi Sosial yang hingga kini masih dianut walaupun di sana sini ada perubahan. Ia juga menerapkan secara analog (kesamaan fungsi) dengan teori evolusi karya Charles Darwin terhadap masyarakat manusia. Ia yakin bahwa masyarakat mengalami evolusi dari masyarakat primitif ke masyarakat industri. Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.

TEORI HERBERT SPENCER.

 Teori evolusi 

Teori Evolusi Herbert Spencer

Meskipun Darwin dianggap sebagai pencetus teori evolusi, namun pada perkembangan selanjutnya banyak pendapat evolusionis dari antropolgi justru menyerang Darwin. Oleh karena itu tidak aneh jika kemudian evolusionisme dalam ilmu-ilmu budaya terbagi dalam dua kelompok besar berdasarkan perbedaan basis metafisika. Kelompok pertama yang diturunkan dari Hegel ke Bergson, Croce, dan Collingwood, menganut konsep idealistik atau vitalistik. Konsep ini mengaitkan evolusi dengan kerja pikiran kosmik dan supernatural serta life force. Kelompok kedua dimotori oleh Comte, Spencer, Darwin, Marx, Morgan dan Taylor. Kelompok ini menganut konsep positivistis atau naturalistis. Konsep ini lebih mengandalkan data empiris dan physical causation. Kelompok kedua ini mencoba menjelaskan evolusi dalam kerangka kerja hukum alam yang rapi dan bersifat impersonal. Pandangan ini dikenal juga sebagai mechanism, khususnya dalam bidang biologi sebagai kebalikan dari vitalisme atau kepercayaan pada daya kreatif, nyata dan non material dalam hidup dan evolusi. Selain itu konsep ini disebut juga realisme sebagai lawan dari idealisme.

Baca juga : Bagaimana Para Leluhur Kita Menguasai Dunia

Herbert Spencer adalah salah seorang dari evolusionis antropologi yang berasal dari kalangan ilmu-ilmu alamiah. Ia adalah seorang Inggris yang menganut tradisi Prancis dan termasuk salah satu tokoh yang tidak sependapat dengan teori evolusi Darwin. Jika Darwin berpendapat bahwa seleksi alam sebagai modus dan mekanisme utama timbulnya spesies-spesies baru, maka Spencer menitikberatkan adanya dinamika internal yang mendorong populasi menjadi semakin kompleks. Menurut Spencer evolusi dalam prinsip yang pertama merupakan perubahan dari ketidakselarasan yang sama menuju ke sebuah keanekaragaman yang masuk akal, diikuti dengan menghilangnya sebuah pergerakan dan penggabungan masalah. Singkatnya, sebuah perubahan berasal dari segala sesuatu yang serba sama menjadi beraneka ragam atau disederhanakan ke dalam sesuatu yang lebih kompleks yang berturut-turut mengalami perbedaan, 

Spencer memandang transformasi masyarakat sebagai titik fokus bagi penelitian. Menurutnya ilmu pengetahuan mengenai masyarakat berlandaskan pada ilmu mengenai kehidupan (biologi). Ia juga mengemukakan bahwa pemikiran evolusionis dan pemikiran Darwin sebagai sebuah pemikiran yang tepat. Masyarakat adalah komponen-komponen yang terjalin satu sama lain, yang masing-masing komponen menjalankan fungsinya. Selama abad XIX Spencer mengembangkan analogi organik yang memandang bahwa individu adalah konstruksi sosial. Kemajuan sosial sebagai konsekuensi dari evolusi sistem sosial. Masyarakat berkembang seperti hewan atau organisme tumbuh-tumbuhan. 

Teori Spencer disebut teori evolusi sosial universal. Spencer melihat perkembangan masyarakat dan kebudayaan dari tiap bangsa di dunia itu telah atau akan melalui tingkat-tingkat evolusi yang sama. Namun ia tak mengabaikan fakta, bahwa secara khusus tiap bagian masyarakat atau sub-sub kebudayaan bisa mengalami proses evolusi yang melalui tingkat-tingkat yang berbeda-beda. 

Baca juga : interaksi sosial : pengertian , syarat , ciri, jenis dan faktornya

Spencer membedakan antara pertumbuhan budaya dan perkembangan budaya. Pertumbuhan adalah proses pertambahan, sedangkan perkembangan mengandung pengertian transformasi struktur. Tentang perubahan dan perkembangan yang dirumuskan Spencer dapat diringkas:

  1. Perkembangan akan mengalami kemajuan yang signifikan dan menyolok. Spencer tidak mengidentifikasi kemajuan tersebut secara lengkap, hanya disebutkan bahwa beberapa kesulitan mengakibatkan kemunduran dan beberapa penyederhanaan menyebabkan kemajuan.
  2. Kemajuan dalam teori Spencer adalah pada pokok persoalannya. Spencer optimis bahwa perubahan yang pasti akan terjadi, dan kemajuan akan terjadi secara otomatis dari perubahan tersebut. Kemajuan yang diungkapkan oleh Spencer adalah berdasar pada sebuah kemajuan akan kemampuan sebuah perubahan.
  3. Bertambahnya faktor kesulitan adalah faktor yang tidak penting, dan ini bukanlah sebuah asas dalam hukum alam semesta dan kehidupan. Organisme menyesuaikan dengan baik untuk bertahan dari sebuah perubahan atau perbedaan kondisi. Kesulitan dalam penyesuaian diri dari sebuah spesies atau organisme tertentu yang terputus akan mengakibatkan perubahan tetapi bukanlah perkembangan.

KARYA KARYA HERBERT SPENCER 

Sepanjang hidupnya, Spencer menghasilkan banyak karya besar. Hampir semua karya-karyanya berbicara mengenai dunia sosiologi. Salah satu karyanya yang terbesar adalah sebuah buku berjudul Descriptive Sociology.

Dikutip dari ikadbudi.uny.ac.id. melalui buku Descriptive Sociology, Spencer banyak menggambarkan proses evolusi universal bangsa-bangsa di dunia. Adapun proses penulisan buku ini dimulai pada tahun 1870 dengan mengadakan pengumpulan data dari sumber-sumber tentang etnografi di berbagai perpustakaan. Keseluruhan buku ini terdiri dari 15 jilid dan berisi tentang peradaban bangsa-bangsa seperti Asia, Afrika, hingga peradaban bangsa Rum.

Tak hanya Descriptive Sociology, Spencer juga menulis buku berjudul Principles of Sociology yang ditulis antara tahun 1876-1896. Buku ini memuat mengenai teori evolusi Spencer yang berisi konsep, azas-azas, serta evolusi masyarakat dan kebudayaan seluruh umat manusia.Adapun beberapa karya Herbet Spencer yang terkenal lainnya, yaitu The Proper Sphere of Government (1843), Social Statics (1851), Education: Intellectual, Moral, and Physical (1861), dan The Synthetic Philosophy . Melalui karya-karya tersebut, Spencer banyak memberi sumbangsih besar bagi dunia sosiologi.

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Herbert_Spencer

https://ikadbudi.uny.ac.id/informasi/herbert-spencer-dan-evolusi-budaya

https://www.merdeka.com/jateng/peristiwa-27-april-kelahiran-herbert-spencer-ketahui-karya-karya-dan-pemikirannya-kln.html



Biografi Herbert Spencer dan Pemikiranya

  BIOGRAFI HERBERT SPENCER  Herbert Spencer (27 April 1820 – 8 Desember 1903) adalah seorang filsuf Inggris dan seorang pemikir teori libera...